Teknologi

Wisata

Nasional

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

PB-IKLAS Nyatakan Komitmen Merawat Cagar Budaya Kesultanan Istana Bahran Kota Pinang

Jumat, Desember 28, 2018
ilustrasi
TAMPAHAN ONLINE -- Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-IKLAS) terpanggil untuk merawat cagar budaya Kesultanan Istana Bahran Kota Pinang yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan agar menjadi ikon kabupaten tersebut.

Ketua Umum PB-IKLAS, Rivai Nasution di Labuhanbatu Selatan, Sabtu (22/12) mengatakan, cagar budaya ini adalah salah satu aset yang cukup tinggi nilainya yang dapat menjadi daya saing di wilayah tersebut.

"Istana Kota Pinang Kesultanan Bahrain ini sudah cukup lama terbengkalai, kami merasa terpanggil dan melalui kegiatan ini kita ingin menggali, mencari tentang sejarah kesultanan ini," ujar Rivai seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Heru R Kurnia.

Rivai Nasution


Rivai berharap, dari kegiatan itu akan ada suatu pernyataan sikap dari ahli waris, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi untuk merumuskan langkah-langkah ke depannya, sehingga wilayah tersebut menjadi Kota Pusaka.

"Jadikanlah istana bangunan tua ini bisa bercerita, sehingga wisatawan itu tau jika ke Kabupaten Labuhanbatu akan singgah ke Kabupaten Labuhanbatu Selatan," pungkasnya. (sumber)

Bupati Lantik Pemangku Adat Palas

Minggu, Februari 11, 2018
Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO) secara resmi melantik kepengurusan Badan Pemangku Adat Palas periode 2018-2023 di Aula Asrama Haji Sibuhuan.

Sesuai keputusan Bupati Palas Nomor : 430/036//KPTS/2018 tertanggal 22 Januari 2018, Ketua Badan Pemangku Adat Palas yang dilantik Sutan Parlindungan Hsb, Sekretaris Raja Sulong Hsb, dan Bendahara Nur Azizah Nst.

Hadir dalam kesempatan itu Sekda Palas Arpan Nst, Wakil Ketua DPRD Palas H Irsan Bangun Harahap, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas Sosial Palas Bustami Harahap, para Alim Ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hatobangon dan cerdik pandai.

Ketua panitia pelantikan Raja Sulong Hsb mengatakan, sebelum acara pelantikan,  pada tanggal 21 januari 2018 yang lalu, pihaknya telah melaksanakan musyarah besar di hotel grandika dalam menyusun kepengurusan Badan Pemangku Adat  Palas.

Dikatakan, Badan Pemangku Adat Palas kedepan bisa menopang Pemkab Palas didalam mewujudkan visi dan misi Bercahaya (Beriman, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berbudaya),” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palas Drs Abdul Rahim Hasbuan  menjelaskan, kepengurusan Badan Pemangku Adat Palas setelah dilantik masih banyak yang harus dibenahi, khususnya kedepan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan memfasilitasi berdirinya kantor Badan Pemangku Adat Palas.

“Langkah cepatnya dengan memberikan satu ruangan dikantor Dinas Pendidikan Palas sebagai sekretariat sementara dari Badan Pemangku Adat Palas, apalagi ini kan baru diresmikan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Palas, dan masih ada satu ruangan yang kosong,”sebutnya .

Dikatakan, selama ini belum ada pelajaran yang menyangkut tata bahasa adat di tingkat SD dan SMP, untuk itu kedepan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan berupaya memasukkan tata bahasa adat sebagai pelajaran muatan lokal mulai dari kelas 3 SD sampai SMP.

“Berkaitan dengan hal itu, kami mengharapkan para orangtua dan pengurus Badan Pemangku Adat Palas untuk bersama-sama menyusun buku yang berbentuk tata bahasa adat yang dimaksud,”terangnya lagi.

Lebih dari itu Abdul Rahim juga menyatakan akan berupaya ke pihak DPRD Palas untuk menampung anggaran Badan Pemangku Adat di APBD Palas. Tolonglah pihak DPRD Palas supaya jangan memotong anggaran yang akan diusulkan, karena Badan Pemangku Adat ini sangatlah penting peranannya untuk melestarikan adat dan istiadat serta budaya di Kabupaten Palas,”ungkapnya.

Tokoh masyarakat Palas H Marahadi Hsb mengatakan pengurus Badan Pemangku Adat Palas perlu memperjuangkan dan mempersiapkan modul yang disesuaikan dengan adat istiadat dan budaya yang ada di Kabupaten Palas.

Ditempat yang sama Wakil ketua DPRD Palas H Irsan Bangun Harahap mengapresiasi, agenda pelantikan Badan Pemangku Adat Palas.

“Terus terang, saya sudah berulang kali  menanyakan di DPRD Palas kenapa program Pemkab Palas dibidang berbudaya belum berjalan, dan alhamdulillah dengan acara pelantikan ini, pertanyaan tersebut terjawab dengan sendirinya,”ungkapnya. (sumber)

Hamparan Sawah Tampahan Disebut Mirip Ubud

Minggu, Februari 11, 2018
Obyek wisata Bukit Tarabunga di Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara memang tidak boleh dilewatkan wisatawan. Khususnya bagi anda penggemar pemandangan alam pematang sawah seperti yang berada di Ubud, Bali.

Pemandangan sawah bertingkat menjadi pemandangan yang tidak boleh dilewatkan untuk berfoto ria sebelum atau sesudah anda mendokumentasikan sudut terbaik Danau Toba yang berada di sisi lainnya pemandangan persawahan.

Bukit Tarabunga kaya akan spot foto menarik. Terutama di pagi dan sore hari, wisatawan akan mendapatkan foto yang bagus karena jika mengambil foto di siang hari, langit terlalu terang dan silau sehingga cahaya menutupi keindahan padi.

Jika beruntung, alias cuaca sedang tidak berkabut, pemandangan Kota Balige juga dapat terlihat dan membuat mata takjub akan keindahan Kota Balige.

Elfa, wisatawan, menuturkan, pemandangan sawah di Bukit Tarabunga cukup mencuri perhatian.

"Padahal padinya baru dipanen sehingga tidak terlalu hijau, tapi pemandangan sawahnya tetap indah, entah karena view sekitar yang juga banyak bukit menambah nilai plus view tersebut," katanya.

"Untuk mencapainya juga tidak susah," sambung Elfa.

Dari simpang jalan menuju pusat kota Balige, pamflet nama Jalan Tarabunga sudah terpampang. Tinggal jalan terus mengikuti jalan menuju ke puncak.

"Setelah sekitar 3 kilometer akan ada simpang tiga yang akan membuat bingung karena tidak ada petunjuk arahnya, tapi satu jalan menuju ke atas dan jalan satunya menurun. Karena saya mau ke puncak tentu mengambil belokan yang ke atas. Setelah itu tinggal terus, dan menemukan pemandangan persawahan, anda sudah sampai di Bukit Tarabunga. Karena di dekat persawahan tepatnya, ada lapangan yang sering kali didatangi pengunjung untuk melihat view Danau Toba dari sudut yang masih jarang terekspos," jelasnya.

Bukit Tarabunga tak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Tobasa, Balige, sekitar 5 kilometer saja. Bukit ini pun hanya 2 kilometer dari kantor Kecamatan Tampahan.

Tidak jauh dari Kantor Dinas Pariwisata Daerah Balige, kawasan Bukit Tarabunga memiliki akses jalan yang bagus hingga ke puncak.

Sehingga wisatawan cukup mudah menjangkau obyek wisata tersebut tanpa harus kesulitan. Namun, jalannya tidak terlalu besar, alias tidak cukup untuk 2 mobil berpapasan. (sumber)

Ada Longsor di Meat

Minggu, Februari 11, 2018
ilustrasi
Bongkahan tertumpuk menimbun badan jalan di Desa Meat Siuga, Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Minggu (17/12/2017). Sejumlah kendaraan terpaksa ditinggalkan pengemudinya di tempat tersebut.

Batu-batu lain tersisa terlihat mengancam keselamatan siapa saja yang melintas. Batu-batu lainnya masih tersisa dan terlihat menggantung di sisi tebing.

Menurut warga, Jhon Prin Pardede longsor tersebut terjadi pada Minggu Dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, jalan tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan sekalipun kendaraan roda dua.

"Kejadiannya semalam tiga pagi,"ujarnya.

Katanya, hingga kini belum ada terlihat tanda-tanda pembersihan bongkahan tersebut oleh Pemkab Tobasa. Sementara warga tak berdaya bila hanya menggunakan linggis dan martil untuk memecah batu-batu itu seperti yang dikakikan sebelumnya.

KTA pardede, sebelumnya mereka hanya pernah bergotong royong menyingkirkan batu-batu yang menghalangi pengendara. Warga yang biasanya naik kendaraan untuk berbagai keperluan tepaksa berjalan kaki, sementara batu-batu besar tampak mengintai sewaktu-waktu bisa longsor.

Kepala Desa Meat Janri Simanjuntak mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada pihak Badan Penanggulangan, Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tobasa sejak Minggu Pagi. Namun, sampai tengah hari belum ada upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mendatangkan alat berat menggeser sisa-sisa longsor. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan vital yang menghubungkan desa Meat dengan Balige.


 Selain itu, apabila jalan itu berlama-lama dibiarkan, tentu aktifitas masyarakat dengan jumlah 190 Kepala Keluarga (KK) di desa akan ternganggu. Longsoran itu juga tidak cukup hanya digeser, namun harus didirikan tembok penahan longsor.

 "Sebaiknya, beberapa titik harus juga dibangun tembok untuk menahan longsor. Kalau tidak, badan jalan akan terus ditutupi longsor, apalagi sat musim hujan," tambahnya. (sumber)

Pedagang Ramai-Ramai Berburu Cabai ke Tampahan, Kenapa?

Minggu, Februari 11, 2018
Sejumlah pedagang pengumpul dari beberapa daerah di Sumut memburu cabai ke Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Kecamatan ini merupakan salah satu area pertanian, khususnya komoditas cabai. Sementara, di daerah lain stok cabai sedikit.

"Kami mengetahui bahwa Kecamatan Tampahan merupakan salah satu daerah pertanian yang warganya giat bertani, khususnya tanaman jenis cabai. Ketika terjadi kelangkaan cabai ini, sasaran utama adalah daerah ini, " ujar Dorti Sinambela, salah seorang pedagang pengumpul, Kamis(1/2/2018), di Tampahan.

Ia mengatakan, saat ini terjadi kelangkaan cabai. Akibatnya, harga melonjak 100%. "Kejadian seperti ini untuk jenis cabai sudah sering terjadi, " sebutnyanya yang mengaku datang dari Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Hal senada disampaikan Alfian Harahap, pedagang dari Kota Padang Sidimpuan. Ia berharap dapat membawa cabai itu ke daerahnya. "Ini hari ketiga, yang sudah terkirim masih 100 kg dan masih butuh lebih banyak lagi, " ungkapnya.

Ia menjelaskan, sidikitnya produksi cabai karena banyak petani gagal panen. Akibatnya, harga meningkat dari sebelumnya Rp. 35.000/kg menjadi Rp 70.000-Rp 80.000/kg. "Tergantung kualitas dan jenisnya," ucapnya. (sumber)

Horas

Selasa, Desember 02, 2008
Di Berita Tampahan
 
Copyright © Berita Tampahan. Designed by OddThemes