Selatan Yaman, Peta Sikap Menuju Persatuan


Kawasan selatan Yaman kembali menjadi sorotan publik terkait konflik internal dan aspirasi politik masyarakatnya. Setiap provinsi menampilkan sikap yang berbeda-beda terhadap persatuan negara, reformasi, dan gerakan separatis.

Di provinsi Al-Dhalea (Dhale), sebagian besar warga ingin mengembalikan Negara Selatan. Aspirasi ini mencerminkan dukungan terhadap ide pemisahan dari Yaman utuh dan menghidupkan kembali South Yemen yang merdeka.

Sementara itu, di Hadramaut, masyarakat menunjukkan kecenderungan untuk menjadi negara sendiri atau wilayah otonom. Sikap ini menunjukkan keinginan otonomi penuh atau status administratif yang lebih mandiri dalam kerangka Yaman.

Provinsi Shabwa menempati posisi berbeda. Warga di sini cenderung mendukung persatuan Yaman, menolak upaya separatis dan menekankan pentingnya stabilitas nasional. Shabwa menjadi simbol komitmen terhadap kesatuan negara di tengah konflik selatan.

Di kota pelabuhan strategis Aden, masyarakat mendukung persatuan, tetapi mereka menekankan perlunya koreksi jalannya persatuan. Hal ini mencerminkan aspirasi reformasi agar hak dan kepentingan selatan lebih diakui dalam kerangka negara bersatu.

Provinsi Abyan menunjukkan sikap paling tegas terhadap persatuan Yaman. Penduduk di sini menyatakan dukungan mereka hingga batas ekstrem, atau “bersatu sampai mati”, menolak separatisme dan mendukung legitimasi pemerintah pusat.

Di wilayah Mahrah, masyarakat juga menegaskan posisi pro-pemerintah. Mereka mendukung kesatuan Yaman, tanah dan rakyatnya, menekankan pentingnya integrasi penuh antara semua wilayah dan etnis selatan dengan negara.

Keragaman sikap ini menunjukkan kompleksitas politik di selatan. Beberapa provinsi mendukung separatisme, sementara yang lain menegaskan persatuan, menciptakan peta politik yang penuh dinamika.

Perbedaan ini dipengaruhi oleh sejarah, demografi, dan posisi geografis. Wilayah pesisir, kota pelabuhan, dan daerah kaya sumber daya memiliki kepentingan berbeda dalam proses politik nasional.

Al-Dhalea dan Hadramaut, misalnya, memiliki sejarah lebih dekat dengan aspirasi otonomi atau pemisahan. Kondisi ekonomi dan interaksi lokal memperkuat kecenderungan ini dibanding wilayah lain yang lebih mendukung kesatuan.

Sementara Shabwa, Abyan, dan Mahrah menekankan stabilitas dan legitimasi pemerintah pusat. Dukungan mereka penting untuk menjaga integritas Yaman dan mengurangi peluang fragmentasi selatan.

Aden, sebagai kota utama, memainkan peran unik. Dukungan terhadap persatuan disertai tuntutan reformasi mencerminkan posisi strategis kota sebagai pusat ekonomi dan politik di selatan Yaman.

Peta sikap ini menjadi penting bagi pemerintah Yaman dan aktor internasional. Memahami preferensi setiap provinsi memungkinkan perencanaan kebijakan yang lebih efektif dan upaya penyelesaian konflik yang lebih realistis.

STC (Transitional Council) dan gerakan separatis selatan menghadapi tantangan karena sebagian wilayah selatan tetap loyal terhadap pemerintah sah. Hal ini memperlihatkan bahwa kesatuan Yaman masih memiliki basis kuat di beberapa provinsi.

Sejarah juga memengaruhi sikap ini. Beberapa provinsi pernah menjadi bagian dari South Yemen merdeka, sementara yang lain memiliki keterikatan historis lebih kuat dengan negara bersatu.

Keragaman politik ini tidak selalu menimbulkan konflik terbuka. Provinsi yang mendukung persatuan dan reformasi dapat bekerja sama dengan yang cenderung ingin otonomi untuk menemukan keseimbangan politik.

Pesan Sheikh, tokoh Yafi, dan tokoh lokal lain menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai jalan menuju stabilitas. Mereka berusaha menjembatani perbedaan aspirasi dan mendorong dialog antarprovinsi.

Keterlibatan diaspora dan faktor regional juga memengaruhi dinamika selatan. Dukungan internasional terhadap pemerintah sah atau gerakan separatis memperkuat atau melemahkan posisi masing-masing provinsi.

Pemahaman peta sikap provinsi menjadi kunci strategi politik. Pemerintah dan aktor lokal harus menyesuaikan pendekatan agar aspirasi otonomi, reformasi, dan persatuan dapat berjalan seiring.

Secara keseluruhan, selatan Yaman bukan monolit. Setiap provinsi memiliki prioritas politik berbeda, mulai dari aspirasi Negara Selatan, otonomi Hadramaut, hingga kesatuan penuh di Abyan dan Mahrah. Pemahaman atas perbedaan ini menjadi fondasi untuk membangun Yaman yang stabil dan bersatu di masa depan.

Share this:

 
Copyright © Berita Tampahan. Designed by OddThemes