Teknologi

Wisata

Nasional

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

#Wagubsu Minta Bank Sumut Hadir Sampai ke #Pelosok

Senin, Maret 12, 2018
ilustrasi
Wakil Gubernur Sumut, Nurajizah Marpaung mengimbau Bank Sumut untuk terus menjangkau masyarakat di daerah-daerah pedesaan.

Selain untuk penetrasi bisnis, langkah jemput bola ini juga diharapkan mampu mendorong perekonomian.

"Bangun jaringan sebanyak-banyaknya hingga ke daerah. Jangkau semua lapisan masyarakat," katanya, di Medan, Minggu (11/3/2018).

Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sumut memiliki tanggung jawab untuk ikut serta memajukan perekonomian di Sumut. Kehadiran Bank Sumut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat di daerah-daerah.

Dia mengakui, hingga kini masih banyak masyarakat di Sumut yang belum terakses perbankan. Masyarakat dari desa harus menempuh jarak cukup jauh untuk ke bank. Layanan perbankan pun nyaris tak menyentuh mereka.

Untuk itu, pihaknya berharap, Bank Sumut selain membangun jaringan di daerah, juga mampu menelurkan produk-produk layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa. Penyaluran kredit atau pembiayaan murah juga diharapkan terus ditingkatkan agar masyarakat bisa lebih leluasa mengembangkan usaha.

Ditambahkannya, Bank Sumut tak perlu ragu untuk melakukan ekspansi ke daerah-daerah karena dinilai akan memakan biaya operasional yang sangat tinggi. Memang kondisi itu tak bisa dielak, tetapi ke depan Bank Sumut akan merasakan manfaatnya.

"Ini bentuknya investasi jangka panjang. Dan yang paling utama, tanggung jawab untuk ikut memajukan ekonomi Sumut harus terlaksana," pungkasnya. (sumber)

Ada Longsor di Meat

Minggu, Februari 11, 2018
ilustrasi
Bongkahan tertumpuk menimbun badan jalan di Desa Meat Siuga, Kecamatan Tampahan, Balige, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara, Minggu (17/12/2017). Sejumlah kendaraan terpaksa ditinggalkan pengemudinya di tempat tersebut.

Batu-batu lain tersisa terlihat mengancam keselamatan siapa saja yang melintas. Batu-batu lainnya masih tersisa dan terlihat menggantung di sisi tebing.

Menurut warga, Jhon Prin Pardede longsor tersebut terjadi pada Minggu Dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, jalan tertutup dan tidak bisa dilewati kendaraan sekalipun kendaraan roda dua.

"Kejadiannya semalam tiga pagi,"ujarnya.

Katanya, hingga kini belum ada terlihat tanda-tanda pembersihan bongkahan tersebut oleh Pemkab Tobasa. Sementara warga tak berdaya bila hanya menggunakan linggis dan martil untuk memecah batu-batu itu seperti yang dikakikan sebelumnya.

KTA pardede, sebelumnya mereka hanya pernah bergotong royong menyingkirkan batu-batu yang menghalangi pengendara. Warga yang biasanya naik kendaraan untuk berbagai keperluan tepaksa berjalan kaki, sementara batu-batu besar tampak mengintai sewaktu-waktu bisa longsor.

Kepala Desa Meat Janri Simanjuntak mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada pihak Badan Penanggulangan, Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tobasa sejak Minggu Pagi. Namun, sampai tengah hari belum ada upaya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mendatangkan alat berat menggeser sisa-sisa longsor. Padahal, jalan tersebut merupakan jalan vital yang menghubungkan desa Meat dengan Balige.


 Selain itu, apabila jalan itu berlama-lama dibiarkan, tentu aktifitas masyarakat dengan jumlah 190 Kepala Keluarga (KK) di desa akan ternganggu. Longsoran itu juga tidak cukup hanya digeser, namun harus didirikan tembok penahan longsor.

 "Sebaiknya, beberapa titik harus juga dibangun tembok untuk menahan longsor. Kalau tidak, badan jalan akan terus ditutupi longsor, apalagi sat musim hujan," tambahnya. (sumber)

Pedagang Ramai-Ramai Berburu Cabai ke Tampahan, Kenapa?

Minggu, Februari 11, 2018
Sejumlah pedagang pengumpul dari beberapa daerah di Sumut memburu cabai ke Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Kecamatan ini merupakan salah satu area pertanian, khususnya komoditas cabai. Sementara, di daerah lain stok cabai sedikit.

"Kami mengetahui bahwa Kecamatan Tampahan merupakan salah satu daerah pertanian yang warganya giat bertani, khususnya tanaman jenis cabai. Ketika terjadi kelangkaan cabai ini, sasaran utama adalah daerah ini, " ujar Dorti Sinambela, salah seorang pedagang pengumpul, Kamis(1/2/2018), di Tampahan.

Ia mengatakan, saat ini terjadi kelangkaan cabai. Akibatnya, harga melonjak 100%. "Kejadian seperti ini untuk jenis cabai sudah sering terjadi, " sebutnyanya yang mengaku datang dari Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Hal senada disampaikan Alfian Harahap, pedagang dari Kota Padang Sidimpuan. Ia berharap dapat membawa cabai itu ke daerahnya. "Ini hari ketiga, yang sudah terkirim masih 100 kg dan masih butuh lebih banyak lagi, " ungkapnya.

Ia menjelaskan, sidikitnya produksi cabai karena banyak petani gagal panen. Akibatnya, harga meningkat dari sebelumnya Rp. 35.000/kg menjadi Rp 70.000-Rp 80.000/kg. "Tergantung kualitas dan jenisnya," ucapnya. (sumber)

Horas

Selasa, Desember 02, 2008
Di Berita Tampahan
 
Copyright © Berita Tampahan. Designed by OddThemes